BRMP Papua Tengah Dampingi Monitoring Kegiatan Perkebunan di Nabire
Nabire, 6 Juli 2026 – BRMP Papua Tengah mendampingi jajaran Kementerian Pertanian dalam rangka monitoring dan evaluasi kegiatan Perluasan dan Pemeliharaan Komoditi Perkebunan di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Kunjungan kerja ini dipimpin langsung oleh Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur sekaligus Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Dr. Ir. Ali Jamil, M.P., Ph.D., bersama Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon, Dr. Kardiyono, S.TP., M.Si., dengan didampingi oleh Kepala BRMP Papua Tengah serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait. Turut hadir dalam peninjauan ini Staf Ahli Gubernur II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Provinsi Papua Tengah Herman Kayame, ST., MT., Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari, Ketua Tim Kerja (Katimker) Provinsi Papua Tengah Dahria, serta Katimker Penyuluh Nabire Agus Tanati.
Rombongan mengawali peninjauan lapangan di Kampung Worbak, Distrik Makimi, untuk memantau perkembangan nursery (pembibitan) tanaman Kelapa Dalam yang saat ini berjumlah sekitar 11.260 anakan. Menanggapi kondisi pertumbuhan benih yang dilaporkan belum seragam, tim teknis memberikan catatan khusus agar segera dilakukan pemeliharaan yang lebih intensif sebelum disalurkan. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Kampung Sambusa, Distrik Teluk Kimi, untuk meninjau nursery Kakao komersial seluas 5 hektar (Ha). Selain kedua wilayah tersebut, peninjauan dan pemantauan kesiapan lahan tanam juga dilakukan di Distrik Yaro dan Kampung Miha.
Dalam kesempatan peninjauan di Sambusa, Ali Jamil menginstruksikan penambahan luas lahan pembibitan sebesar 3 Ha lagi agar totalnya menjadi 8 Ha. Langkah strategis ini diambil guna memfasilitasi penataan, pengelolaan, dan distribusi target 3 juta benih Kakao agar dapat terakomodir dengan baik dan terstruktur. Melalui perluasan kapasitas nursery ini, diharapkan proses adaptasi benih sebelum ditanam di lahan permanen milik petani dapat berjalan lebih optimal, sehingga meminimalisir risiko kegagalan tanam di lapangan.
Melalui program ini, Kementerian Pertanian berkomitmen menyalurkan bantuan komoditas perkebunan di wilayah Papua Tengah. Benih Kelapa Dalam dialokasikan untuk memenuhi luasan 100 Ha lahan di wilayah kepulauan Kabupaten Nabire, sementara komoditas Kakao ditargetkan mencakup luasan 3.000 Ha yang tersebar di 8 distrik seperti Yaro, Uwapa, Yaur, Wanggar, Nabire Barat, Makimi, dan Teluk Kimi. Tidak hanya itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan komoditas Kopi Arabika dan Robusta dengan total luasan 1.060 Ha untuk program perluasan maupun peremajaan lahan di Kabupaten Nabire, Dogiyai, Paniai, dan Puncak Jaya.